Banjarbaru (Kemenag BJB). Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) 33 tingkat provinsi kalimantan Selatan, di rencanakan bakal digelar pada november mendatang, namun hal itu masih sebatas persiapan, khususnya wilayah Banjarbaru, terkait hal tersebut, kementerian Agama kota Banjarbaru bersama pemerintah kota membahas persiapan rencana event akabr tahunan tersebut.
Berlangsung di ruang rapat terbatas wakil walikota Banjarbaru pada Kamis (18/06/20), kepala kantor agama kota Banjarbaru H. Abdul Basit di hadapan wakil walikota kota Banjarbaru menyampaikan perihal persiapan-persiapan yang harus di kafilah Banjarbaru, dia antaranya teknis recruitment para delegator di tengah pandemic covid 19.
‘’untuk tahun ini ada yang berbeda di banding dengan tahun-tahun sebelumnya, untuk seleksi tahun ini ditiadakan, akan lebih mengutamakan para juara-juara yang sudah pernah membawa nama banjarbaru di tingkat kota maupun provinsi’’
Basit menjelaskan, jika Tim Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) mempunyai panitia koordinator khusus di masing-masing bidang untuk menunjuk langsung siapa saja yang layak untuk di jadikan perwakilan kafilah Banjarbaru pada MTQ 33 kalimantan selatan november mendatang di tanah bumbu.
Sementara itu ketua harian LPTQ kota Banjarbaru Syahdi Hidayat kepada jurnalis kemenag menyampaikan, saat ini pihak LPTQ bersama kesra masih akan membahas persiapan terkait pendanaan, soal teknis pemilihan santri yang bakal mewakili banjarbaru pihaknya udah mengantongi beberapa nama yang sudah pernak naik podium MTQ dan bisa di jagokan kembali.
‘’pembicaraan terpenting saat ini adalah menunggu hasil keputusan BPKAD kota Banjarbaru yang nantinya memberikan kepastian kepada KESRA kota Banjarbaru untuk bisa menganggarkan besaran dana yang di butuhkan sebagai proses training hingga pemberangkatan serta reward bagi para calon juara nantinya’’
Perlu di ketahui di tengah pandemic covid 19 MTQ di tingkat kota yang sedianya di laksanakan pada Agustus mendatang secara resmi ditiadakan, ketiadaan dana serta faktor masih dalam masa pandemic corona menjadi alasan untuk peniadaan ajang bertarungnya para jawara bidang Qori dan berbagai kesenian Islami lainnya. Sebagian dana yang bisa di anggarkan untuk event tersebut kini lebih banyak di gunakan sebagai, namun novenber mendatang panitia provinsi dan tingkat kota masih membahas teknis pelaksanaan serta menyiapkan MTQ 33 di tanah bumbu november mendatang. Dyn/alv








