Banjarbaru (kemenag BJB). Kepala kantor
kementerian agama kota Banjarbaru menilai, dengan berkembangnya potensi
pendidikan di lingkungan pesantren di wilayah Kota Banjarbaru, tentunya akan
memberikan efek yang baik terutama di lingkungan pon tren salah satunya
pengembangan ekonomi pesantren yang semakin di kembangkan sebagai upaya
penguatan ekonomi lingkungan pon tren dan pembelajaran entrepreneur bagi para
santri.
Dalam wawancara usai kunjungan ke pon tren
Darul Ilmi pada Senin (10/08/21) kepala
Kementerian Agama Kota Banjarbaru H. Abdul Basit kepada awak humas menyatakan
tidak sedikit lembaga pon tren yang hari ini mendapatkan perhatian khusus
memalui Corporate Social Responsibility (CSR) dari beberapa perusahaan yang
memberikan sumbangan pengembangan ekonomi pontren dan itu sangat potensial
untuk semakin di kembangan kan lebih baik.
‘’saya yakin dengan semakin majunya
pendidikan di pon tren tentunya hal ini menjadi faktor bagi sejumlah instansi
untuk memberikan perhatian lebih guna memajukan dan mengembangkan pendidikan di
lingkungan terutama dalam bentuk infrastruktur penunjang perekonomian pon
tren’’
Lebih lanjut kata Basit, pengembangan ekonomi
di pon tren perlu ada pembinaan secara berkelanjutan, dari sisi finansial,
tentunya akan memberikan nilai tambah sedang, di sektor pendidikan akan
mengajarkan para santri mandiri dan di bekali keterampilan dalam melakukan tata
kelola ekonomi di tingkat para santri.
‘’saya berharap pengembangan ekonomi ke
pondok pesantren an bukan hanya di rasakan oleh para pengelola saja, akan
tetapi juga menjadi bekal ilmu tambahan bagi santri yang sedang menuntut ilmu
agama bahkan jika memungkinkan bisa ekonomi pondok bisa memberikan dampak yang
bermanfaat bagi masyarkat dan lingkungan sekitar’’
Sementara itu kepala Seksi pendidikan agama
dan pendidikan keagamaan Islam (PAPKIS) pada kantor Kementerian Agama Kota
Banjarbaru H. khairani mengemukakan, jika sebagian besar pon tren di Kota
Banjarbaru sangat berpotensi menumbuh kembangkan perekonomian di lingkungan
pondok pesantren. Menurutnya SDM para asatidz dan Sumber daya instansi yang
memberikan dukungan sangat besar.
‘’pondok
bukan hanya sekedar menuntut ilmu bahkan pondok juga bisa menjadi solusi bagi
para santri ketika memasuki lingkungan masyarakat dengan mengamalkan ilmu agama
serta mengembangkan ilmu ekonomi yang didapatnya di lingkungan pondok
pesantren, tentunya peranan pengajar dan para sponsor dari instansi dalam
memberikan bantuan pendidikan’’
Khairani
juga menyebutkan pihaknya melalui kementerian agama sangat terbuka bagi
instansi yang ingin memberikan bantuan pendidikan dalam pengembangan ekonomi
pondok pesantren. Dengan ini di harapkan, pandemic bukan menjadi kendala
persoalan eonomi pondok, akan tetapi dengan lebih mengedepankan ekonomi kreatif
di lingkungan pondok, maka hal itu menjadi solusi paling jitu di tengah
peliknya ekonomi saat ini. Ard/Alv








